Monday, December 26, 2011

bulan rupawan teman

macam bulan
kejap cerah
kejap gelap
kejap marah
kejap lesap
kejap kejap kejap

masih dulu lari itu sebati
lari, solusi diri
lari hanya untuk belari

mainan lagu ini diulang
atau drama nya tidak betukar
ada adanya sukar
macam hambar
tapi ini diangkat dan dujulang
eh kelakar

walau macam bulan
walau tidak siuman
walau tidak diri beriman
walau goyangnya pegangan

pasti,
adanya perubahan.
untuk ciptaan2 nya yang paling utama.



2011 kejam bagi aku, tapi kekejam yang mengajar. dengan apa jalan sekali pun, tidak pernah aku berhenti besyukur. aku syukur.

Friday, December 23, 2011

janji

"A promise is a commitment by someone to do or not do something."

janji tidak terguris
ia setia
ia ikatan


janji
dibuat,
ditulis,
diukir ,
dinyayi,
tidak.

untuk kau,
ia lahir bersama aku.

janji aku ; menyayangi, mengembirakan, membantu sampai akhir.

janji beza kali sama hati
hati suka teguris
hati suka merajuk
hati
suka dipujuk-pujuk
.


"aku berdoa agar kau sedar yang aku yang kurang ini akan lebih cuba memberi segalanya.
sbb seterguris hati , kau ciptaan pertama yang aku hargai sampai tiada bibit ; mati.
aku jugak berdoa jika masa itu nanti, kau masih x menyesal.
yang pasti, janji ."



-sepastinya, kakak xkan pernah x sayang,
- untuk ayah.

Saturday, December 10, 2011

kasih, soalannya

kasih
aku soal hati aku
ada lagi kah kasih
aku soal hati aku
ada lagi kah kau

kasih
aku soal kau
apa kau sedar
apa selama ini kebenaran
atas setiap titik titik langkah kau
setiap detik2 nafas kau
mungkin setiap itu kejujuran

kasih
aku tanya diri
aku soal hati
aku
tanya lagi

apa aku yang berubah
atau kau yang dah tak kisah

-mungkin kita hanya lingkangan hubungan disebabkan kita perlu-
aku cuma doa agar rasa ini hanyalah imaginasi aku.

Wednesday, December 7, 2011

seksyen 24

seperti hari hari urat senyum aku berlari membentuk kan muka
seperti hari hari daging menutup duka, sembur hanya gembira
hari ini
3 tahun aku di angkat,
hanya untuk sedikit masa
tapi cukup cukup cukup
aku dapat saksi lagi
otot otot ikhlas mereka
menyinta


-cukup ini sahaja, terima kasih tuhan, aku syukur menggunung tiada kiraanya, untuk hadiah ini-

projection

mind
the sepia words
the black and white cinematography
the old shadow songs
the whisperings melody
the
missing moments

it plays
dancing singing
fading
never dies
never lies


i wish i wish i wish i wish
this this this this

my evening
this evening
December rains in 2011
my 7 December
its happening


syukur alhamdullilah,

Tuesday, November 29, 2011

keputusan

terima kasih pada yang satu
memberi apa yang aku perlu
terima kasih kerana masih memberi peluang ; nafas ini dan nafas mereka

sudut kotak kerja
fikiran pusing bermain
mencari keputusan untuk bertindak
dengan 5 jam hitungan

atas diri di atas helaian keputusan.
antara mati atau berhenti.

masih aku tertanya, masih membuat kiraan, masih memikir ke hadapan
apa mampu aku disini
atau mampu aku disana

aku mencari kiblatku
mencari akidah ku
dan mencari keihlasan aku

paling penting... mana perjuangan aku.

sekali lagi
harus aku fikir mati
atau berhenti

harus aku hilang impian
dan kejar hidupan

mencari jawapan atas segala soalan
gila

mencari rasional untuk semua hukuman
buta

mengjangka dan meramal untuk hadapan
gila buta

mejangka mempercayai memahami meramal dan mengamal
hidup


aku hitung lagi
harus mati
atau berhenti?


masih... sampai tepat aku dapat jawapanya. insyallah

yang penting, aku tetap besyukur,
alhamdullilah

Friday, November 25, 2011

tiada izin

akhirnya,
aku harus juga bediri tegak
menahan sebak
senyum senyum senyum

tiada izin bagi aku untuk meminta menjatuhkan diri
bukan sayang, untuk kau bukan kali ini.



-takpelah ,selagi aku mampu. aku menari, menyanyi dan terus begembira untuk semua-
insyallah

Thursday, November 24, 2011

apa nak kesah

sekali kau dah hadir dalam hidup
aku tetap besyukur
walau esok kau hilang
tiada lagi bayang
atau jiwa sekali kau ubahkan
hadiahkan perang
aku tetap besyukur



asal pernah kau ada dalam hidup - aku syukur





namun, aku berdoa agar kau hilang sekali bersama aku. aku takut

Tuesday, November 22, 2011

antara

ini adalah antara hari-hari pematah hati
aku jatuh dibawa perasaan sendiri
tiada bukti tiada saksihanya
disudut jauh dalam diri ini aku mati

meski aku boleh memeritahu dunia
dima jiwa kini sedang lara
tidak, mana kan kalau ku beri
semua akan jatuh
aku ini pemimpin
mana aku boleh menangis

tiada bahasa yg tersusun
tidada nada unuk menghayun
aku kaku
sedang aku menulis
jiwa aku menyanyikan lagu sedih
jantung ku jatuh kecairan
tidak sekilas cuba membangunkan aku

aku tidak melihat atas apa yg aku tulis
hanya tangan menyampakan kata-kata dari isi hati aku ini
sekelikig lagi todak aku pedlikan

yang penting dari semua melodrama ini
aku merindui
merindung sahabat yang kian lama menjauh
yang dirinya kini ngin berjaya

aku tak berani lagi jumpa
aku xbrani melakukan satu lagi peperangan dingin
aku tahu apa yang akan terjadi
cemburu bodoh
iri hati bodoh

aku hanya menyayangi dia
kerana dia aalah telinga aku
bila akusedang ingin menjadi perempunan lemah dalam keluarga
bukan sicinta
bukan si sahabat

seorang abang
yang hanya akan membatu memimpin
mendengar segala mungkin
bukan untuk berkasih
ta[ hanya untuk menjadi si papah

aku rindu
bercerita
menangis
dan jatuh sejatuh2nya

tapi apa bsa lagi aku lakukan
keistimewaan ini ditangas epenuhnya
diracik di mamah dan di musnahkan
hingga aku jadi jurang
dan yang lain makin kurang

disaat saat ini
hanya untuk saat2 begini
bagilah aku peluang untuk mejantuhkan diri aku
hanya untuk kali seperti ini
untuk masa ini
tolonglah
tolak segala rasa sangsi

aku menjerit
bantulah aku
untuk kali ini sahaja
beri aku peluang menjatuhkan diri aku
berilah
aku menjerit
mesti tulisan tidak menunjuk perasaan
dan permukaan tiada peraasaan
tapi au kini menangis
menjerit
meminta.
tolonglahhhh
benarkan
izinkan
lpaskan aku

Saturday, November 5, 2011

selamat hari raya aidiladha

bisa padat berisi.
hidup sering ditunding jari,
aku ini cari rezeki
namun,masih di hiris suara-suara besi.
jika ini lah hakiki,aku fahami,
aku akhiri, aku lantas pergi.

Thursday, November 3, 2011

First Chapter

After years thinking what I am going to do with my life, what am I fighting for, I’ve finally got the answer. Thanks to those who support me all along. You people are the creatures of ALLAH s.w.t that I love and passionate the most. You are my bones and my air to breath. My Syukur and Alhamdullilah would never stops pounding in each my blood. Amin


Yes I admit there are times when I’m down, where I have no steps to go, no ambitions and no soul to follow. These are my darkness day. I’ve struggle to survive. Even at one point, I couldn’t even know whether I’m alive. These also are the days when I can stop whining and complaining. I’ve realize I’ve trouble so many people that I love. But then again, I know I’m a VIP in their hearts. Somehow, this has to stop, I need a wake up call. And Syukur Alhamdullilah, I’ve get it


I love arts. Any genre of arts. Performing, fine arts, photography, fine metal, fashion, graphic, ceramic anything you name it! I would go to any events that create the creativity in each mind. But, as sad as I always know, I never had the ability to be perfect in any of it. Somehow it made me sad. I’m not as talented as the dancers, not as poetic as the poets and not as fine as the fine artist. Still, I couldn’t fight my love and passionate in arts. I’ve walked, travel, and search what could I become in this world. How could I give something in this? So I pray. Syukur alhamdullilah again, I met this lovely women name Mimi. She is the curator of MATAHATI. That time I was with my friends going to the Art Expo. An Expo that I wouldn’t try to miss. Ok, back to her. She at first was mocking me saying “you are just another trend”! I was mad! I am Qsitina who loves arts more than any other human creation in this world, suddenly been hit by this lady saying that I’m a trend? Ohh sure no! So I fight as always do. She asked me what I would want to do. And I said, I want to be the one who yells at the world “this is arts!” I want to show the world that how greats is arts. Enough said, I want to be the story teller and change what’s bad now! She laughs at me. She said “why you don’t start with writing Qistina”. “Why don’t you write about your friend’s artwork”? My heart skipped. Thousands of artist and students walk across me, stops! Suddenly everything appeared. Suddenly this new air starts going through my nose, I felt like every each of my body change to something new. Why didn’t I think about this all along? She told me to meet her again when I’m ready with a cataloged. She wants to help me. Everything stops, new chapter begins.


I could thank more, she help me realize this. I know I’m maybe not going to be as good as other writers. But, who could stop me on doing this? Who even have the courage to do that? This is the world of arts. I’m going to do this. So this is my first writing, its raw, bad and still needs to be polished. But its okay, I believe I can manage to do this.


Let this mission begins with Bismilahhirohmanirohim.



NURQISTINA NOORDIN

-not created yet-

Saturday, August 13, 2011

borang sahabat

sikit pun tiada yang merasa
sikit pun tiada yang bertanya
sikit pun tiada yang kisah
hanya hati ini resah
gelisah
marah

aku terumbang ambing
ayat ayat kini bising
tiada satu pun bertanya
apa cerita sebernanya

biarlah
yang jujur terus menanti
jujur terus disini
menjaga hati


*akan hanya ada segelintir sahaja yang akan terus menemani tanpa halangan. yang lain hanya mengisi borang "sahabat sampai mati"

Saturday, July 2, 2011

Rasa ku rasakan

memberi si kasih
sahabat bedarah
korbankan sayang
lari tidak berteman
si kasih akur
jiwa jadi ujian
meminta masa
lahir penghalang
alpa kan rasa
merana tanpa punca
siksa tiada akalnya
harus berjalan , memilih
hingga hapus
namun tiada hentinya .


Sunday, December 28, 2008


untitled

do i feel in despair
in hopes into ashes
dreams fading away
burning me slowly
die now the dark faker
numb my soul
kill the pleasuring air
I'm lost
though the light
might take me
ruined the fragile box
fulfilling nothing
bring in dust
I'm dying
smiling my weakness
trusting my haters
kiss the curse
cry my blood
to the secret side of whispering
gone


2005

Nafas

saat aku bernafas
aku nafas
untuk kamu
hanya kamu
dan kamu dan kamu

saat aku berjalan
aku berjalan
kerana kamu
dan kamu dan kamu

saat aku bersuara
aku bersuara
demi kamu
dan kamu dan kamu

saat aku menangis
aku nangis
cintai kamu
dan kamu dan kamu

saat aku hilang
aku hilang
mencari kamu dan kamu

saat aku melangkah
aku langkah
kepada kamu
dan kamu dan kamu
yang satu.



alhamdullilah.


Wednesday, May 13, 2009

Hilang

aku mencari jejak dan arah ku
memberi sepenuh kasih dan sayangku
untuk aku terus mengjaga
agar semuanya leka

seharus aku mengerti
memahami akan aku diluka
digiris luka sendiri
aku menangis

haruskah aku lari
atau terus tersenyum
apa aku mengerti
yang aku adalah kosong?

aku masih mengharap
walau ini satu kepenatan
mungkin aku tahu
ini apa yang aku iginkan


Wednesday, May 13, 2009

Bantu aku


ya allah
bagi aku kekuatan lagi
elak segala dosa
elak segala percakapan
yang mampu musnah kan dunia
aku xmampu lagi nak menahan
mengetahui sesuatu kebenaran
yang akhirnya aku juga yang terseksa
tolong lah
beri kan aku lagi kekuatan
untuk terus dan terus tersenyum
di khalayak manusia
yang benci dan yang ku sukai
di depan alam dan hidupan
yang hanya mampu melihat aku
tolong lah
aku xberdaya memikirkan
segala tasfiran dalam akal dan fikiran
aku xmampu memutarkan kesimpulan
yang aku sendiri tahu itu adalah palsu
supaya aku terus lagi tersenyum
tolong lah aku
beritahu pada semua
apa yang sebenarnya
dan apa yang sepatutnya
aku ingin lari
tapi aku tak berkaki
tolong lah.
aku ingin kan lagi kekuatan



Thursday, December 17, 2009


Semalam

smalam aku menangis
rindu yang lama pergi
semalam aku menangis
menangis dan menagis lagi
aku cuba berhentikan
tapi masih lagi xmenjadi
aku menangis
hingga aku tertidur.
aku rindu mama


Monday, December 21, 2009

Biarlah!

Kalau aku yang mengandungkan perkataan
mana mungkin aku gugurkan

Aku jenuh dengan omelan-omelan si polan
kau hanya bisa membosankan

Desus aku lahir hipokrasi
jalani kehidupan duniawi

"Habis semua mahu jadi penulis"
Biarlah, ini tempat aku menangis

Aku lahirkan kata-kata aku
Aku bisa jaga apa yang aku tahu
Kau tak perlu memaku aku
Bukan kau keizinan aku

hari mati akal

argh bingung
satu prosa tidak aku keluarkan
satu prosa pun tidak aku fikirkan
aku kelu
bisi
membeku
tiada inspirasi
hari ini aku mati

hati mari menari

Kalau aku senyum,
mungkin juga hati ini turut serta menari?

bisa hati ini kau tidak fahami
apa mungkin
tidak kau kasihi?
Biar sajalah aku terus senyum
atas hati ini mungkin menari lagi

kalau nya aku org jahanam
turut badan aku ini terjunam
siatkan isi dan kulitku
yang mungkin tidak lagi kau inginkan

lama sudah aku disini
tiada peduli
tiada dikasihi
hanya si hawa yang terus menari

biarlah
mungkin angin baru adalah sempurna
atas aku org jahanam
aku faham
aku mengalah

aku senyum
mungkin juga hati ini masih menari
aku senyum
mungkin aku menyanyi.

Friday, July 1, 2011

soalan pada aku

Aku tanya pada aku
"Apa akan jadi nanti depan"
Jadi doktor aku
Ehh tak jadi bisneswomen aku
Xnak ah jadi menteri
Mungkin pelukis terkenal
Aku tanya lagi pada aku
Apa akan jadi nanti depan
Aku akhirnya kata
Aku tak tahu.

Wednesday, June 29, 2011

Layak

Satu tapak pun xpernah layak aku pijak
Apatah lagi untuk memeluk dan merangkul
seluruh pelusuk hatimu

Tapi jiwa,
jiwa kian saja menyiksa untuk mendusta
jiwa tidak mahu tahu kebenaran
jiwa lari dari berhadapan
jiwa tidak lagi mahu tahu




Bukan aku mintak hidup aku macam ni. Tapi.. takpe ah , kau semua bukan faham pun

Aku kesian tengok kau bersusah payah cuba untuk menjaga hati aku yg tidak pernah penting ni dan jaga hati mereka.

Takple la, lepaskan jela

Tuesday, May 10, 2011

Satu Masa

Satu masa,
mungkin aku lupa rasa ayam kicap
mungkin juga lupa ayam paprik

Satu masa,
mungkin aku lupa bebelan mu
mungkin juga lupa senyuman kamu

Satu masa
aku mungkin lupa kamu
mungkin..
aku sendiri lupa siapa aku

Satu masa
nama mu pun hilang
tarikh pun pergi
nama samaran pun sudah mati

Satu masa
aku lari jauh....
jauh... dari semua kenyataan aku
aku tipu aku rindu
atau satu masa
aku lupa..

Satu masa
aku mungkin lupa baumu
aku juga lupa siapa kamu

Satu masa
wajah mu mungkin akan pudar
mungkin juga hilang keseluruhannya

Nanti satu masa
semuanya mungkin tiada
tiada nama, tiada rasa, tiada kata
tiada semua
satu masa

Tapi satu masa
cerita kan ada
darah mana kan boleh hilang
perangai akan beterusan

Satu masa
tiada darimu di ubah
muka mu mirip aku
perangai bicara dan bisikan mu
itu tumpahnya aku

Satu masa hanya masa
ada lupa ada hilangnya
tapi aku itu kamu
jadi biar masa jadi masa